Jan
16
Filed Under (Kesehatan) by chocaholic on 16-01-2009

Buat yang pernah berkunjung ke pabrik kertas/pulp, mungkin tahu bahwa chlorine ini adalah senyawa kimia yang sangat jahat dengan lingkungan danmanusia, khususnya dapat menyerang syaraf dsb! Dari kejauhan pabrik mudah dilihat jika ada asap berwarna kuning yang mengepul dari pabrik, itu bukan

asap biasa tapi chlorine gas.

Makanya industri ini mendapat serangan hebat dari LSM lingkungan karena hal di atas disamping juga masalah kehutanan. Kertas terbuat dari bubur

pulp yang berwarna coklat tua kehitaman. Agar serat berwarna putih, diperlukan sejenis bahan pengelantang (sejenis rinso/baycline) senyawa

chlorine yang kekuatan sangat keras sekali!

Kertas sama dengan kain, karena memiliki serat. Kalau anda mo uji bener apa tidaknya, silahkan coba nanti malam bawa tissue ke Studio East

(diskotek) atau ke studio foto, lihatlah tissue akan mengeluarkan cahaya saat kena sinar ultraviolet dari lampu disco! Berarti masih mengandung

chlorine tinggi.

Kalau di negara maju, produk ini harus melakukan proses Neutralization dgn biaya cukup mahal agar terbebas dari chlorine dan dapet label kesehatan.

Tissue atau kertas makanan dari negera maju yang dapet label Depkesnya tidak bakalan mengeluarkan cahaya tsb saat kena UV. Kertas rokok

samimawon, bahkan ada calsium carbonat agar daya bakarnya sama dengan tembakau dan akan terurai jadi CO saat dibakar. Di Indonesia tidak ada

yang kontrol, jadi harap berhati-hati.

Pls protect your families!

Minumlah Teh, Bukan Klorin…

Saran:

Kembali minum teh tubruk ala kampung lagi..! Pake saputangan ‘merah jambu’ lagi biar mesra! Merokok dengan daun atau cangklong lagi! atau for advance

tinggalkan Rokok sama sekali Back to 60’s style….he. ..he…he Minumlah Teh, Bukan Klorin…

Anda gemar minum teh? Dan, sebagai manusia modern Anda tentu suka segala sesuatu yang praktis, kan ? Nah, Anda tentu sering minum teh menggunakan

teh celup. Selain karena suka rasa teh, mungkin Anda minum teh karena yakin akan berbagai khasiat teh. Misalnya, teh merah untuk relaksasi, teh

hitam untuk pencernaan, atau teh hijau untuk melangsingkan tubuh. Namun, apa Anda terbiasa mencelupkan kantong teh celup berlama-lama?

Mungkin, pikir Anda, semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh…. Padahal, yang

terjadi justru sama sekali berbeda! Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut. Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 - 5 menit.

Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama.

Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga.

Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker.

Nah, mulai sekarang, jangan biarkan teh celup Anda tercelup lebih dari 5 menit. Atau, kembali ke cara yang sedikit repot, gunakan daun teh..

Kirimkan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi dan anda cintai… bila Anda masih peduli kepada mereka

Nov
26
Filed Under (Kesehatan) by chocaholic on 26-11-2008

Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman “KELADI TIKUS” (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.

Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. “Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,” kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia .

Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti

Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.

Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker

payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus

menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.

“Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan

kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,” jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan

informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. “Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli teh tersebut,” ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. “Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi,

tapi langsung pulang ke Indonesia ,” kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman

tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata,

mereka menemukan tanaman itu di sana . Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.

Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. “Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat,” lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. “Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai,” kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu. Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. “Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,” lanjut Boni.

Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. “Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh

mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ,” kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya.. “Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,” lanjut Patoppoi.

Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar

mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan

pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali.”Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif,” sambung Boni sambil tertawa.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi

Dr.Teo melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr . Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,” sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia. Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. “Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,” ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. “Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini,” lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo. Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi..

Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos.

Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi,

karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur

Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia . Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut

mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia . Ternyata saat Patoppoi mendapat buku “Cancer, Yet They Live” edisi

revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr.. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di

Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745,

dan di Buduran, Sidoarjo.

Cancer Care Malaysiatelah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. “Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita,” kata Boni.

Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. “Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus

obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ,” lanjut Boni. ” Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. ” tambahnya.

Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker

ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien

pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.

Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia . Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai “ter-kun” atau dokter-dukun. “Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern,” kata dokter tersebut.

Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan

sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III,

pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. “Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi,” sambung Boni sambil tertawa.

Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan.

Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker

payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas,

dan hepatitis.

Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel “Obat Kanker” bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial “Cancer Care Indonesia ”

beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta ,

telp : 021-4894745,

Mohon EMail / info dibawah ini

diteruskan / disebarkan kepada Saudara Saudara yang lain …..

siapa tahu ada yang membutuhkan ….

Nov
10
Filed Under (Kesehatan) by chocaholic on 10-11-2008

Di bawah ini ada artikel yang sangat bagus dalam 3 bahasa, mudah-mudahan ada manfaatnya.

CANCER
PENGOBATAN DAN PENCEGAHANNYA

Under weakly alkaline condition, cancerous cells are not able to grow, or even to survive.
Dalam kondisi darah dengan pH basa, sel kanker tak bisa tumbuh, atau pun berkembang.

These are real cases which are very important. Please read patiently and pass this on. Even if you had read it, you should read it again, especially the list of acidic and alkaline food stuff.. It’s best to read it several times and remember them. Please read this article in full patience. It helps to improve and maintain your health.

Ada beberapa kasus yang terjadi dan sangat penting. Mohon baca dengan sabar dan sampaikan kasus tersebut kepada orang lain. Jika anda sudah membaca, ulangi baca kembali, terutama menu berkaitan dengan makanan yang ber pH asam dan ber pH basa. Bacalah beberapa kali supaya bisa mengingat menu makanan tersebut. Sekali lagi mohon baca dengan penuh sabar. Ini sangat bermanfaat untuk kesehatan Anda sendiri dan juga keluarga.

About 30 years ago, a Mr. Zhang who worked in the Public Sales Department of a Taipei Brewery, sat for Overseas Study Selection Examination, and passed with flying colours. Before leaving, unfortunately, the medical examination at a public hospital discovered that he had a tumour growth in his lung about the size of a child’s fist. Thus, he was not able to make the overseas trip for further study.

30 tahun yang lalu, Mr. Zhang berkerja di Departemen Penjualan Umum, PT.Taipei Brewery. Beliau telah mengikuti Ujian Seleksi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, dan beliau lulus dengan nilai tertinggi. Kasihan, sebelum beliau berangkat dilakukan pemeriksaan kesehatannya di rumah sakit umum dan ditemukan tumor ganas di dalam paru-parunya, sebesar kepalan tangan seorang anak. Dengan demikian, harapan melanjutkan pendidikan di luar negeri pupus.

Mr. Zhang was very disappointed. He had the feeling that the diagnosis could be wrong. So he went for a 2nd check-up in another hospital but the result confirmed that there was no error in the previous diagnosis. The young Mr. Zhang was in great despair after the confirmation. He made several calls to Mr. Wei, his old classmate who was the Mayor’s secretary of Huangsun County, Taidong County Government.

Mr. Zhang merasa sangat kecewa. Dia menduga bahwa hasil pemeriksaan itu mungkin bisa salah. Jadi dia lalu pergi ke rumah sakit lain untuk memeriksakan kembali tetapi hasil pemeriksaan kali ini pun positif juga. Maka Mr. Zhang, yang masih muda, putus harapan setelah dikonfirmasi bahwa dia benar-benar terkena penyakit kanker paru-paru. Dia pun menelpon beberapa kali kepada Mr. Wei, teman sekelasnya, yang bertugas sebagai sekretaris Walikota Daerah Huangsun, Pemerintah Wilayah Taidong.

On hearing the sad news, Mr. Wei rushed to Taipei to see Mr. Zhang on Sunday. Mr. Zhang briefed Mr. Wei in detail about his despair and pessimism, and entrusted his friend regarding his affairs after his death. It happened that Mr. Wei was a good friend of Dr Lu Geling, who in 1949-55 was in charge of the Maijie Hospital, and was a researcher and specialist in cancer.

Setelah mendengar berita sedih dari Mr. Zhang, kemudian Mr. Wei pun langsung berangkat ke Taipei pada hari minggu menemuinya. Mr. Zhang, dengan putus harapan dan sangat pesimis, memberitahukan Mr. Wei hal penyakit yang buruk itu dengan panjang lebar, dan meminta temannya membantu mengurus hal-hal pribadinya jika dia meninggal dunia. Mr. Wei lalu teringat teman baiknya, Dr. Lu, yang memimpin Rumah Sakit Maijie pada tahun 1949-55. Beliau adalah seorang peneliti dan spesialis penyakit kanker.

He suggested to Mr. Zhang to seek Dr Lu’s treatment immediately. Mr. Zhang initially refused to consult doctor anymore as the result might add further misery to him. But Mr. Wei said that he had called Dr Lu and made an appointment with him. So Mr. Zhang felt obligated and went with Mr. Wei to meet Dr Lu.

Dia minta Mr. Zhang menjumpai Dr. Lu untuk perobatan dengan segera. Pada awalnya Mr. Zhang tidak mau berkonsultasi dengan dokter lagi karena hasil pemeriksaan baru akan menambah kesengsaraan untuknya. Tetapi kata Mr. Wei sudah buat janji dengan Dr. Lu. Jadi Mr. Zhang pun merasa wajib menemui Dr. Lu didampingi Mr. Wei.

When meeting Mr. Zhang, Dr Lu said: ” Mr. Wei is my best friend and he has introduced you to me. We are fated to know each other. Let me ask you do you know why is that cancer is referred to as terminal illness?” Both Mr. Zhang and Mr. Wei did not know how to answer.

Waktu bertemu, Dr. Lu berkata,”Mr. Wei adalah teman baik saya. Boleh dikatakan perkenalan ini merupakan satu pertemuan yang sangat baik. Saya mau bertanya kenapa penyakit kanker adalah yang mematikan?” Mr. Zhang dan Mr. Wei tidak bisa menjawab.

Dr Lu explained: ” There are only 2 approaches so far to treat cancer today. The 1st is to destroy the source of the disease. The 2nd is to increase the immunity to fight the disease. But the strange thing is that, whether we use Cobalt 60 or other drugs to destroy the cancerous cells, before they are killed, the good cells are destroyed first.. On the other hand, no matter what nutrients or supplements we use, before the good cells have a chance to absorb them, the cancer cells have taken them up. This simply speeds up the growth of cancer. Therefore, both approaches are doomed to fail, that is why cancer is terminal.”

Dr. Lu menjelaskan, ” Sampai saat ini cumah ada 2 cara digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Yang pertama harus menghilangkan (mematikan) bibit penyakit kanker. Yang kedua meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit kanker. Nah, walaupun Cobalt 60 atau obat-obatan lain digunakan, mengherankan sekali, sebelum sel kanker mati, obat-obatan itu terlebih dahulu mematikan sel yang sehat. Kemudian apapun gizi atau suplemen yang dimakan, sel kanker dengan cepat mengabsorsi gizi atau suplemen tersebut sebelum sel sehat mengabsorsinya. Ini mengakibatkan sel kanker berkembang cepat dalam tubuh. Dengan demikian, boleh dikatakan kedua cara pengobatan ini akan gagal dan menyebabkan kematian.”

Dr Lu continues: “Human beings are the most intelligent creatures and they had successfully put men on the moon… But why there is no one ever questioned the above 2 approaches for cancer treatment which lead to ultimate death, and try to look for a 3rd approach? When I was conducting clinical research in Majie Hospital, I had many opportunities to work with many colleagues who had assisted me in the hospital. I found out that the blood tests of cancer patients showed 100% acidic results.

Dr. Lu meneruskan,” Manusia adalah makhluk yang paling cerdas dan telah sukses mengantar angkasawan ke bulan. Kenapa tidak ada seorang pun yang bertanya kedua cara pengobatan penyakit kanker tersebut yang gagal dan menyebabkan kematian dan tidak mengusahakan dengan cara pengobatan yang ke 3? Waktu saya buat penelitian klinis di Rumah Sakit Majie, ada banyak kesempatan untuk saya berkerja sama dengan kolega yang sering membantu saya. Pendapat saya dari hasil pemeriksaan tersebut bahwa darah pasien kanker menujukkan 100% pHnya asam.

Those Buddhist monks and nuns who are long term vegetarians and live very close to Nature, their blood are prevalently weakly alkaline and none of them has yet been detected of any cancer illness. Therefore, I can boldly concluded that under weakly alkaline condition, cancerous cells are not able to grow, or even to survive.

Ternyata rahib dan nun budda yang tinggal dilingkungan alam dan hanya makan sayur selama hidupnya, darah mereka rata-rata dalam kondisi darah ber pH basa yang rendah dan tidak ada satu pun diantara mereka dideteksi penyakit kanker. Dengan demikian, saya berani berpendapat dalam kondisi darah ber pH basa yang rendah, sel kanker tidak akan tumbuh atau pun berkembang.

Mr. Zhang, I would suggest that starting from now you must reduce your intake of the acidic meaty dishes. Consume more alkaline food. Also you can take green algae and soup made from water chestnuts with skin… Modify your physical condition, and try seriously to have a regular life style which is close to Nature. If you live for another 5 years, you should have no further problem. Best of luck.”

Mr. Zhang, saya sarankan bahwa mulai sekarang kamu mengurangi makanan daging dan mengkonsumsi makanan sayur-sayuran. Kamu bisa makan ganggang hijau dan sup kenari. Mengubah kondisi tubuh dan mencoba serius cara hidup didalam lingkungan alam. Jika kamu akan hidup dalam 5 tahun ini, kamu sudah aman. Kamu akan bernasib baik.”

Mr. Zhang followed Dr Lu’s suggestion and was serious in changing his eating habits. Every day, he ate green algae, drank chestnut soup, became optimistic and did an appropriate amount of exercise. One year later, he went back to the same public hospital for a check up. It was found that the tumour not only did not increase in size, but was also skrinking. It’s a miracle to the hospital staff who examined him. Five years later, the tumour had shrunk to almost disappearing stage. Now after almost 40 years, Mr. Zhang’s health is totally normal, and is living a very pleasant life.

Mr. Zhang mengikuti nasehat Dr. Lu dengan serius untuk merubah kebiasaan pola makan. Setiap hari dia makan ganggang hijau, minum sup kenari dan membuat dia optimis melakukan olahraga yang cukup. Satu tahun kemudian, dia melakukan pemeriksaan kesehatannya di rumah sakit yang sama… Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor kanker tidak bertambah besar tetapi semakin mengecil. Ini adalah satu keajaiban untuk staff rumah sakit yang memeriksa dia. Lima tahun kemudian, tumor kanker hampir hilang seluruhnya. Sekarang sudah hampir 40 tahun, kesehatan Mr. Zhang benar-benar sudah normal dan kehidupannya sangat menyenangkan.

After Mr. Zhang’s case, a Mr… Chen Tianshou, who was previously Head of the General Administration of the Taidong Provincial Hospital, was also diagnosed with lung cancer. When Mr. Wei knew about it, he told Mr. Chen what Mr. Zhang had gone through. Mr. Chen started to follow Dr Lu’s recommendation of changing his physical condition. Just like the case of Mr.Zhang, he was able to recover fully from the cancer.

Setelah kasus Mr. Zhang, Pak Chen Tianshou, seorang mantan Kapala Admintrasi Umum di Rumah Sakit Provinsi Taidong, juga didiagnosa terkena penyakit kanker paru-paru. Saat diketahui Mr. Wei, dia menceritakan kepada Pak Chen apa yang terjadi kepada Mr. Zhang. Pak Chen pun mengikuti rekomendasi Dr. Lu untuk merubah pola makan sama seperti yang dilakukan oleh Mr. Zhang. Dan akhirnya, Pak Chen pun sembuh dari penyakit kanker.

At that time, Dr. Lu and his family had migrated to the United States. When he returned to Taiwan and met up with Mr. Wei, he was told of the 2 cases of Mr. Zhang and Mr. Chen. Mr. Wei suggested that let both of them make detailed briefings in person, so that Dr. Lu could publish a report on this self-curing method.

Pada saat itu, Dr. Lu dan keluarganya sudah migrasi ke Amerika. Waktu dia pulang ke Taiwan dan bertemu Mr. Wei, diberitahkan kabar kesembuhan Mr. Zhang dan Pak Chen. Mr. Wei mengusulkan kepada Dr. Lu supaya Mr. Zhang dan Pak Chen melapor sendiri tentang kesembuhannya. Diharap Dr. Lu bisa menerbitkan satu pelaporan mengenai metode penyembuhan penyakit kanker dengan merubah pola makan.

Dr Lu very humbly replied: ‘I am too old and I do not have any clinical records of the cases. Please tell your friends and relatives, if they agree, please continue and spread the words to others”

Dengan rendah hati, Dr. Lu menjawab,” Saya sudah usia tua dan tidak ada catatan klinis dua kasus ini. Beritahukan aja kepada teman-teman dan pamili, dan jika mereka setuju, mereka dapat menyampaikan juga kepada orang lain.”

One should take care of oneself and also should be caring about others. 85% of cancer patients are having acidic condition in their physical bodies.

Siapa pun harus menjaga sendiri kesehatannya dan juga mau peduli dengan kesehatan orang lain. Sebanyak 85% pasien penyakit kanker, darahnya menunjukkan ber pH asam yang tinggi didalam tubuhnya.

Blood of healthy persons is weakly alkaline in nature, with a pH of about 7.35 to 7.45.
Darah orang sehat dinyatakan dangan ber pH basa yang rendah, yiaitu pHnya 7.35 – 7.45.

Babies’ blood is also weakly alkaline.
Darah bayi juga begitu, dalam kondisi ber pH basa yang rendah.

As adults age, their bloods become more acidic in nature.
Dengan bertambahnya usia, maka orang dewasa darahnya menjadi lebih ber pH asam tinggi secara alami.

According to a study of body fluid of 600 cancer patients, 85% of the patients are in acidic physical condition. Therefore, how to maintain the weakly alkaline nature of our body is the 1st step from keeping oneself from illness.
Menurut penelitian yang dilakukan terhadap sample darah 600 orang pasien penyakit kanker , sebanyak 85% diantara mereka menunjukkan ber pH asam yang tinggi. Bagaimana menjaga darah yang ber pH basa rendah adalah langkah yang pertama untuk menghindari penyakit kanker.

Acidic physical condition manifests itself in following ways:
Kondisi darah ber pH asam mengambarkan hal-hal berikut:

1. Skin without luster.
1. Kulit tidak bersinar.

2. Athlete’s foot.
2. Penyakit kaki karena kutu air.

3. Feeling tired even after a little exercise, and feeling sleepy the moment one gets into a bus.
3. Cepat merasa lelah setelah olahraga ringan dan mengantuk setelah naik bis.

4. Easily out of breathe after going up and down the stairs.
4. Setelah naik turun tangga terengah-engah.

5. Fat and with lower stomach protruding,
5. Gemuk dengan perut buncit.

6. Move slowly and movement lethargic.
6. Lamban bergerak dan lesu.

Why does the body physical condition turn acidic?
Mengapa kondisi darah dalam tubuh bisa berubah menjadi ber pH asam?

1. Excessive intake of dairy acidic food.
1. Terlalu banyak meminum susu dan memakan mentega dan keju.

a) Meats, dairy products, eggs, beef, ham, etc are acidic food
a) Daging, makanan seperti susu, mentega, keju, telur, daging sapi, daging babi asin, dll adalah makanan yang ber pH asam.

b) Taking too much acidic food will cause the blood to become acidic and viscous, difficult to flow to the end of blood vessels, leading to cold feet or knee, stiff shoulders and insomnia.
b) Terlalu banyak makanan ber pH asam akan menyebabkan pH darah asam dan kental, sehingga peredaran darah tidak lancar ke ujung pembuluh darah , mengakibatkan kaki/lutut dingin, bahu berat dan susah tidur.

c) For those who are young and strong, it’s alright to consume suitable quantity of meats, but for older people, vegetables or small fishes are the more suitable diet.
c) Untuk orang-orang muda boleh mengkomsumsi daging dengan porsi yang wajar tetapi untuk orang-orang tua, agar mengkomsumsi sayur-sayuran dan ikan dengan porsi kecil.

2. Any irregularity in the pace of life will cause the body physical condition to become acidic.
2. Kehidupan tidak teratur menyebabkan kondisi pisik tubuh dengan darah ber pH Asam.

a) Irregular pace in life will lead to mental and physical stress
a) Kehidupan tidak teratur menyebabkan tekanan terhadap pisik dan mental.

b) According to statistics, people who sleep late are more likely to have
cancer than normal persons, by as much as 5 times.
b) Menurut statistik, orang yang terlambat tidur kemungkinannya mengalami penyakit kanker 5 kali lebih besar dibanding dengan orang yang tidur tepat waktu.

c) Human beings originally lead a life with regular tempo in this world. It’s not possible to store up sleep or food and not possible to live a healthy life by mixing up days and nights.
c) Manusia pada dasarnya adalah hidup secara teratur di dunia ini. Tidak boleh mengakumulasi tidur dalam waktu yang lama dan memakan makanan dalam jumlah yang banyak dan tidak mungkin hidup menantang ritme alam.

d) Human organs are controlled by the autonomic nerves. During day time it is mainly sympathetic nerves activities, and at night it is mainly the parasympathetic nerves which are functioning. If this order is disturbed and reversed, then will encounter all sorts of sicklnesses.
d) Organ-organ dalam tubuh manusia dikontrol oleh syaraf autonomi. Pada siang hari adalah aktivitas utama dari syaraf simpatik dan pada waktu malam hanya syaraf para-simpatik yang berfungsi. Jika aturan ini terganggu dan diputarbalikkan, maka akan menghadapi semua jenis penyakit.

3. Over tensed becoming emotional.
3. Tensi naik mengakibatkan emosi.

a) Social stresses in view of civilized society.
a) Tekanan sosial.

b) Job related or mental stresses.
b) Tekanan mental atau yang berkaitan dengan pekerjaan.

c) For a person suffering mental stress, a temporary release of stress may lead to death. This is known as the syndrome of imperfect adrenal cortex function.
c) Untuk orang yang menderita tekanan mental, kemungkinan bisa mengakibatkan kematian. Ini adalah sindrom fungsi korteks adrenalin tidak sempurna.

4. Physical Stress.
4. Tekanan pisik.

a) Before any operation it would be necessary to check whether the renal cortex does function normally. If the adrenal cortex is lacking, or if the stress imposed by the operation exceeded the ability of adrenal cortex to cope, it could lead to death or other adverse impacts.
a) Sebelum operasi, perlu memeriksa apakah korteks ginjal berfungsi secara normal. Jika korteks adrenalin bocor atau tekanan yang diakibatkan oleh operasi melebihi kemampuan korteks adrenalin maka akan mengakibatkan kematian atau dampak yang berlawanan.

b) If the patient’s face is puffy, it would be necessary to ask for the detailed patient’s medical history and medication status. For patients taking adrenal cortical hormone, extra care should be exercised when acupuncture treatment is given.
b) Jika muka pasien gembung, perlu menanyakan secara rinci kepada pasien riwayat penyakitnya dan status pengobatannya. Untuk pasien yang dalam pengobatan hormon korteks adrenalin, perawatan ekstra perlu diperhatikan ketika menjalani perawatan akupungtur.

c) Avoid stress due to physical labour or excessive exercise, or playing card games and driving through out the night etc.
c) Menghidari tekanan oleh karena terlalu capek bekerja atau berolahraga, atau pun bermain judi dan menyetir sepanjang malam, dll.

Appendix: Acidity/alkalinity of Common food stuff
Lampiran: Bahan makanan yang ber pH asam/basa

1. Strongly acidic food: egg yolk, cheese, cake baked with white sugar or persimmon, mullet fish roe, dried cod, etc.
1. Makanan yang ber pH asam tinggi: kuning telur, keju, roti manis, telur ikan, minyak ikan, dll.

2. Mildly acidic food: ham, bacon, chicken meat, squid, pork, eel, beef, bread, wheat, butter, horse meat.
2. Makanan yang ber pH asam sedang: daging (paha) babi yang diasinkan (ham), daging babi yang diasin dan dikukus (bacon), daging ayam, ikan cumi-cumi, daging babi, belut, daging sapi, roti, gandum, mentiga, daging kuda.

3. Weakly acidic food: white rice, peanut, beer, alcohol, fried tofu, sea weeds, clam, octopus, catfish, etc.
3. Makanan yang ber pH asam rendah: nasi putih, kacang, bir, alkohol, tahu goreng, rumput laut, remis besar (kerang), ikan gurita, ikan janggut (berkumis), etc.

4. Weakly alkaline food: red bean, radish, apple, cabbage, onion, tofu etc.
4. Makanan yang ber pH basa rendah: kacang merah, lobak, apel, sayur kubis atau kol, bawang, tahu, dll.

5. Mildly alkaline food: dried radish, soya bean, carrot, tomato, banana, orange, pumpkin, strawberry, egg white, dried plum, lemon, spinach, etc.
5. Makanan yang ber pH basa sedang: lobak kering, kacang kedele, wartel, tomat, pisang, jeruk, labu, buah delima, putih telur, prem kering, jeruk limun,bayam, etc

6. Strongly alkaline food: grape, tea leave, wine, kelp sprout, kelp, etc. Especially natural green algae which contain rich quantity of chlorophyl are very good alkaline health food, but avoid drinking tea in excess, and it’s best to drink in the mornings.
6. Makanan yang ber pH basa tinggi: buah anggur, daun teh, minuman anggur, taoge laut, ganggang laut, dll. Khususnya jenis ganggang hijau mengandung banyak zat hijau daun (chlorophyl) sebagai makanan kesehatan yang sangat baik dan ber pH basa tinggi. Jangan terlalu banyak minum teh tetapi sebaiknya minumlah teh pada pagi hari.

It’s a Blessing to you if you pass this on! Thank you. Good Bless You!
Adalah menjadi berkat bagi Anda jika menyampaikan atau mengirimkan artikel ini kepada teman-teman, pamili, sanak saudara dan siapa saja. Terima kasih dan Tuhan memberkati Anda!

Nov
05
Filed Under (Kesehatan) by chocaholic on 05-11-2008 and tagged , ,

DAUN SALAM. Daun ini kan murah dan mudah didapat. Sebagai pelengkap bumbu dapur dan sudah tentu tidak asing lagi bagi ibu-ibu……. Ni…. aku copy paste kan aja ya.. semoga bermanfaat………..
Dapur tak ubahnya sebuah apotek kecil. Di sana tersimpan bermacam bumbu dapur yang siap beralih fungsi menjadi obat tradisional. Contohnya daun salam. Bumbu penyedap masakan sambal goreng kentang, gulai tauco, dan nasi uduk ini adalah obat alternatif untuk penyakit kencing manis (diabetes mellitus).
Pengalaman nenek moyang yang diwariskan secara turun temurun serta diperkuat dengan bukti-bukti riset ilmiah, membuktikan daun salam yang mengandung minyak atistri, tanin dan flavonoid, menularkan efek hipoglikemik. Artinya, kombinasi zat-zat kimia yang terkandung dalam daun salam mampu menurunkan kadar gula darah yang melejit di atas normal. Khasiatnya tidak cuma itu. Daun salam juga terbukti efektif menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah, serta mengobati sakit maag (gastritis), katarak, gatal-gatal (pruritus), kudis (scabies) dan eksim (eczema).
Penelitian yang dilakukan secara terpisah oleh Beni Warman dari FMIPA Universitas Andalas dan Retno Sudewi dari Universitas Gajah Mada, memperkuat bukti kehebatan daun salam. Keduanya menyimpulkan fakta bahwa ekstrak daun salam berkhasiat pula menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri penyebab penyakit, seperti bakteri Escherichia coli, Vivrio Cholera dan Salmonella Sp. Berkat daya antibakteri ini, daun salam dapat mengatasi serangan diare.
Tak cuma daun
Selain daun, tanaman salam memiliki bagian lain yang juga berpotensi sebagai obat alam. Kulit pohon dan buah salam juga bisa diramu menjadi obat antidiare. Buah salam punya kelebihan lain, diantaranya bisa menetralisasi efek mabuk yang disebabkan terlalu banyak meneguk minuman beralkohol.

Resep daun salam:
Diare
Ambil 15 lembar daun salam segar. Cuci bersih. Rebus dalam 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Masukkan sedikit garam. Setelah dingin, saring, lalu minum air rebusan sekaligus.
Kencing manis (Diabetes mellitus)
Ambil 7-15 lembar daun salam segar, cuci bersih. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Biarkan sampai dingin, lalu saring. Minum airnya sekaligus sebelum makan lakukan 2 kali sehari.
Sakit maag
Ambil 15-20 lembar daun salam segar. Cuci bersih. Rebus dalam setengah liter air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan gula enau secukupnya. Setelah dingi, minum ramuan sebagai teh. Lakukan setiap hari sampai rasa perih di lambung hilang.
Menurunkan tekanan darah tinggi
Ambil 7-10 lembar daun salam, cuci sampai bersih. Rebus dalam 3 gelas air sampai bersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Minum air rebusan 2 kali sehari, masing-masing setengah gelas.
Menurunkan kadar kolesterol
Sediakan 10-15 lembar daun salam segar. Cuci bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai bersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Minum air rebusan sekaligus di malam hari. Lakukan setiap hari.
Mabuk alkohol
Ambil segenggam buah salam masak. Cuci bersihh, lalu tumbuk sampai halus. Peras dan saring airnya. Minum air yang terkumpul sekaligus.
Asam urat tinggi
Ambil 10 lembar daun salam segar, rebus dengan 4 gelas air hingga bersisa 2 gelas. Kemudian saring. Minum selagi hangat.
Eksim
Ambil 10 lembar daun salam segar dan 25 gram kunyit. Tumbuk sampai halus, lalu tambahkan air sedikit dan garam secukupnya. Oleskan pada bagian kulit yang sakit.

(Sumber: email kantor, hehe…)

Oct
13
Filed Under (Kesehatan) by chocaholic on 13-10-2008

Disclaimer: Info ini gw dapet dari temen by e-mail, gak ada maksud apa-apa selain buat sharing pengetahuan.. ;-)

Hari itu, Dina (32) meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya.

Sejak Pagi, Dina merasa pusing dan mual. “Aku masuk angin nih,” keluhnya pada Fahmi (35), suaminya melalui telepon.

Setiba di rumah, Dina memesan bubur ayam serta teh panas untuk mengurangi rasa tak enak badan yang dideritanya. Setelah kerokan, ia mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badannya, sebelum beranjak tidur.

Lepas senja, Dina belum bangun juga, Fahmi yang baru saja pulang kantor. Menengok ke kamar, ditempat tidur Dina memang masih tertelungkup, tapi…. sudah tak bernapas lagi!

Wajahnya kebiruan, tampaknya, Dina menahan rasa sakit sesaat sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Selain panik, suaminya juga bingung, Sejauh diketahuinya, selama ini kondisi kesehatan Dina baik-baik saja.

Bahkan istrinya itu tergolong wanita gesit yang memiliki segudang aktivitas setiap harinya, Lantas, Penyakit “tersembunyi” apakah yang merenggut nyawa Dina?

***

menurut dr. H. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi dari RS Pusat Pertamina, yang dialami Dina adalah Angina Pectoris.

Orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk.

Gejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat. Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan.

Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. “Yang biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama” dr. Joko mengingatkan.

Karena itu, kematian yang terjadi sama sekali bukan akibat kerokan atau

pengolesan minyak angin, seperti yang dilakukan Dina, melainkan karena

tidak terdeteksinya kelainan pada jantung penderita. Padahal, seandainya sepulang kantor Dina langsung pergi ke Rumah Sakit atau ke dokter, dan bukannya malah kerokan dirumah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sang penyakit, mungkin nyawanya masih sempat terselamatkan.

Ciri-ciri pusing, mual dan kembung yang dialami penderita Angina

pectorismemang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Sayangnya, hal ini sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang sifatnya kritis.Menurut dr, joko, 20% dari keluhan angina pectoris yang diperiksakan ke dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga jantung.

Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya bisa mengalami sudden death.Penyakit angina pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa

kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit.

PERBAIKI GAYA HIDUP

Sumber masalah sesungguhnya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) . Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :

- Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah

akibat konsumsi kolesterol tinggi.

- Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);

- Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat kejang

yang terus menerus.

- Keempat, infeksi pada pembuluh darah.

“Gaya hidup masa kini yang kurang sehat dan tidak teratur adalah pemicunya”

tegas dr, Joko. Menurutnya, Zaman sekarang orang cenderung melupakan pentingnya olahraga hidup dalam kondisi stress, sering tidur larut malam, dan sering mencoba bermacam pola diet yang tidak sehat.

Kurang atau tak pernah olahraga akan menghambat kelancaran metabolisme tubuh. Akibatnya, akan terjadi pengendapan lemak yang perlahan-lahan dapat menyumbat lajunya aliran darah ke jantung.

Sementara itu, orang sekarang banyak yang mengaku tak punya cukup waktu oalahraga, menjaga diri dari kemungkinan obesitas (kelebihan berat badan) juga berperan penting untuk kesehatan jantung, karena kelebihan lemak dapat meminimalkan gerak pompa jantung,

Jadi jaga ukuran pinggang anda, karena perutlah semua jenis lemak menumpuk. Untuk wanita, maksimal 80 cm, dan untuk pria, maksimal 90 Cm, karena jaga pola makan, hindari Junk Food, perbanyak asupan buah dan sayuran serta fiber.

Menjauhkan diri dari stress, juga bisa mencegah kita dari penyakit jantung koroner, Pasalnya, dalam keadaan stress kinerja tubuh serta otak dipaksa untuk bekerja secara berlebihan, Hasilnya, kondisi tubuh selalu dalam keadaan letih dan porsi istirahat berkurang. “Kurangnya istirahat dapat mengakibatkan pengentalan darah, yang dapat meningkatkan hormon adrenalin, akibatnya bisa ditebak serangan jantung lebih gampang terjadi”

Orang yang emosi-an juga perlu diperhatikan (Selalu marah-marah. .. setiap saat…ada ga ya orang kayak gini..), Pasalnya, dalam marah-marah (Otak panas, napas memburu, jantungpun berdebar keras, kadang sampai tubuh bergetar, darah bergerak cepat), jika kondisi darah bergerak cepat, sedangkan ada penyumbatan di pembuluh darah…wouw. ..bisa dibayangkan darah akan berkumpul disuatu tempat (pembuluh darah) dan karena tidak kuat menampung banyaknya darah yang datang pembuluh yang halus itupun pecah dan sudah bisa ditebak orang itupun akan koleps atau bisa merengang nyawa,

o ya..kondisi ini juga berlaku ketika dia berolahraga ekstra keras (seperti main bola, yang dituntut berlari2 bolak-balik terus menerus), itu juga memicu jantung berdebar dan darah bergerak cepat, dan jika dia mempunyai sumbatan2 dalam tubuhnya yang tidak diketahui, maka kejadian pembuluh darah pecahpun akan menimpanya (seprti Almarhum Benyamin S dan Basuki, mereka meninggal selagi bermain bola).

Wuiiih..ngeri ya…ya kalo udah seumur kita sih, harusnya udah ga cocok lagi untuk olahraga2 keras macam gitu, karena kita ga tau didalam tubuh kita (adakah penyumbatan atau tidak?) yang ringan2 aja lah seperti jalan kaki, jogging, senam, bersepeda santai, atau olahraga pernapasan, dll yang terakhir kebiasaan merokok serta mengkonsumsi minuman beralkohol

juga berdampak negatif pada jantung, apalagi bila kebiasaan jelek ini dilakukan sejak usia remaja.

***

Ada beribu jalan untuk hidup sehat, Tuhan memberikan kita sesuatu yang luar biasa banyaknya, setiap ada penyakit pasti Tuhan memberikan obatnya, tapi bukan itu masalahnya, pola hidup sehat dan seimbang harus kita jalani, “Mencegah lebih baik daripada mengobati.”

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan berguna:

1. Minum Air putih minimal 8 gelas sehari

2. Banyak makan buah-buahan dan sayuran (serat alami)

3. Hindari stress, dan selalu sabar

4. Perbanyak berpuasa

5. Tidur yang cukup dan olahraga ringan diusahakan rutin

Gampang kan.. O ya satu lagi, Tuhan menciptakan dunia ini berpasangan ada Surga ada neraka, ada pria ada wanita, ada putih ada hitam, ada baik ada jahat, ada manis ada pahit,

kesimpulannya jika kita banyak makan-makanan yang manis seperti coklat, teh manis, kopi susu, minuman kaleng, dll. Usahakan…sekali lagi..usahakan seminggu sekali atau beberapa hari sekali makan yang pahit2 seperti Rebusan air sambiloto, makan pare, minum jahe atau jus mengkudu, makan bawang putih, dll

Dan jika kita merasa sering makan-makanan yang berlemak atau berlebih seperti daging, jeroan, sering ngemil, makan 2 piring atau selalu nambah usahakan…sekali lagi..usahakan berpuasalah sesering mungkin untuk mengimbanginya, atau minum madu atau minum/makan jinten item (habatussauda. .)

Oke guys…mulai sekarang kita berusaha untuk hidup sehat dan seimbang, agar kita bisa hidup dan beribadah dengan tenang…

Sep
25
Filed Under (Uncategorized) by chocaholic on 25-09-2008

TEACHER: Maria, go to the map and find North America .
MARIA: Here it is.
TEACHER: Correct. Now class, who discovered America?
CLASS: Maria.
____________________________________

TEACHER: John, why are you doing your math multiplication on the floor?
JOHN: You told me to do it without using tables.
__________________________________________
TEACHER: Glenn, how do you spell ‘crocodile?’
GLENN: K-R-O-K-O-D-I-A-L’
TEACHER: No, that’s wrong
GLENN: Maybe it is wrong, but you asked me how I spell it.
____________________________________________
TEACHER: Donald, what is the chemical formula for water?
DONALD: H I J K L M N O.
TEACHER: What are you talking about?
DONALD: Yesterday you said it’s H to O.
__________________________________
TEACHER: Winnie, name one important thing we have today that we didn’t have ten years ago.
WINNIE: Me!
__________________________________________

TEACHER: Glen, why do you always get so dirty?
GLEN: Well, I’m a lot closer to the ground than you are.
_______________________________________
TEACHER: Millie, give me a sentence starting with ‘I.’
MILLIE: I is..
TEACHER: No, Millie….. Always say, ‘I am.’
MILLIE: All right… ‘I am the ninth letter of the alphabet.’
_________________________________
TEACHER: George Washington not only chopped down his father’s cherry tree, but also admitted it. Now, Louie, do you know why his father didn’t punish him?
LOUIS: Because George still had the axe in his hand.
______________________________________

TEACHER: Now, Simon, tell me frankly, do you say prayers before eating?
SIMON: No sir, I don’t have to, my Mom is a good cook.
______________________________

TEACHER: Clyde, your composition on ‘My Dog’ is exactly the same as your brother’s. Did you copy his?
CLYDE : No, sir. It’s the same dog.
___________________________________
TEACHER: Harold, what do you call a person who keeps on talking when people are no longer interested?
HAROLD: A teacher

Sep
22
Filed Under (Kesehatan) by chocaholic on 22-09-2008

Info ini gw dapet dr e-mail, semoga bermanfaat ;)

Enoki Mushroom Prevents Cancer
Also known as: Velvet Shank Mushrooms
 http://www.mushrooms.net.au/Images/Enoki…

Golden-needle-mushroom (Jin-Gen-Goo) successfully kills 95% of cancer cells ( Taiwan Report)(Hokkien KIM CHIAM KOR)
Research done by Singapore U shows that eating this mushroom can destroy 95% of cancer cells in our body by boosting our immune system.

Professor Phan Hwai Chong of Yang Ming Research Centre in Taiwan told reporter that consuming this kind of mushroom, one of the ingredients in the mushroom can trigger the multiplication of our healthy ‘defensive’ cells. By out-numbering the cancers cells, healthy cells help eradicate cancer cells.

American scientists have since run tests on this particular type of mushroom extract with blood, done outside human body. Results show that mushroom extract is able to destroy c ancer cells.
According to Taiwan professor, since healthy ‘fighting’ cells can be multiplied to tens & thousands of times, it can either be used as drip or just by eating mushroom.

The mushroom is most frequently taken with steam boat. Cooking time should be less than 3 minutes, or the healing property would greatly diminish.

Normal eating for Health:-
Preparation, uses, and tips
Before using enoki mushrooms, rinse them thoroughly and trim off the roots at the base of the cluster. Enoki mushrooms can be eaten raw or cooked.. Add them to salads, sandwiches, soups, pasta sauces, and stir-fried rice and vegetable dishes. To retain the delicate flavor of the mushrooms, add them at the end of the cooking process.

Buying and storing tips:
When purchasing fresh enoki mushrooms, select mushrooms with firm, white, shiny caps. Avoid purchasing enoki mushrooms with slimy or brownish stalks. Enoki mushrooms keep up to 14 days in the refrigerator if stored in a paper bag.
(you should try storing veggies or fruits in those aluminum foil bags that you throw away if you do buy Milo or quaker oats in packages type; it seems they can keep them longer and fresher; test to confirm??? Keep one end open and not seal it tight.) !

Varieties:
Most commercially available enoki mushrooms are the pale white cultivated variety .

Nutrition Highlights:-
Enoki mushroom (raw),
1 large (5g)
Calories: 1.7
Protein: 0.12g
Carbohydrate: 0.35g
Total Fat: 0.02g
Fiber: 0.13g

Good Health To You!
:)

Aug
26
Filed Under (Game Corner) by chocaholic on 26-08-2008
Aug
26
Filed Under (Kesehatan) by chocaholic on 26-08-2008

Ini jenis penyakit baru yang bisa langsung shutdown otak.
Be carefull… sudah kejadian ada keponakan temen sekantor gw umur 2,5 tahun yang terserang 1 hari setelah berenang di Grand Hyatt dan sekarang dalam keadaan koma sudah 3 hari ini.
Dokter menyatakan bahwa kemungkinan hidupnya hanya tinggal 5%, dan kalaupun dia bisa bertahan hidup dalam keadaan terbelakang.

regards,

Primary Amoebic (PAM)
Enam warga AS tewas akibat Otaknya Digerogoti Amuba

Beginilah ilustrasi serangan amuba yang bisa menginfeksi otak manusia, gara-gara berenang atau minum air yang belum steril

PHOENIX - Musibah yang menimpa enam warga Amerika Serikat (AS) ini sepertinya memang tidak masuk akal. Mereka tewas setelah otaknya digerogoti amuba. Makhluk hidup bersel satu yang biasanya tinggal di danau itu diduga kuat masuk melalui hidung mereka dan lantas bersarang di otak.

Kasus kematian yang melibatkan amuba memang sangat jarang terjadi. Tapi, di AS, tahun ini saja, sudah ada enam orang yang tewas akibat “serangan” amuba. “Jelas, kasus tersebut harus kami selidiki hingga tuntas,” papar Michael Beach, pakar penyakit yang berhubungan dengan air di Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Berdasar penyelidikan awal, diketahui bahwa amuba pencabut nyawa itu bernama Naegleria fowleri.

Menurut Beach , Naegleria adalah amuba pecinta panas. “Jika suhu air tempat ia tinggal baik, Naegleria akan lebih aktif,” ujarnya. Karena itu, kecenderungan meningkatnya suhu udara dan temperatur air di masa mendatang menjadi kekhawatiran terbesar CDC. Sebab, kasus kematian karena Naegleria juga akan semakin banyak. Dalam periode 1995-2004, amuba tersebut sudah merenggut nyawa sedikitnya 23 orang di AS.

Naegleria paling banyak ditemukan di wilayah selatan AS. Tapi, secara umum, amuba berbahaya itu hidup hampir di setiap danau, mata air, genangan air, dan kolam renang yang tidak bersih. Kolam atau danau yang banyak ditumbuhi ganggang dan bakteri menjadi tempat hunian favorit Naegleria. “Biasanya, korban terinfeksi saat menyelam di danau atau kolam yang dangkal hingga menyentuh dasarnya,” terang Beach.

Setelah berhasil masuk tubuh manusia, amuba tersebut merusak jaringan yang ia lewati hingga mencapai otak. “Aktivitas merusak itu ia teruskan dengan menggerogoti sel-sel otak korbannya,” imbuh Beach . Dampaknya, korban akan mengeluhkan sakit (kaku) leher, sakit kepala, dan demam. Pada tahap lebih lanjut, korban akan menunjukkan tanda-tanda kerusakan otak, seperti halusinasi dan perubahan perilaku.

“Sekali terinfeksi, korban tidak memiliki banyak peluang untuk selamat. Bahkan, obat-obatan yang diberikan tidak bisa mencegah kematian,” katanya. Dia menambahkan bahwa Naegleria hanya butuh waktu sekitar dua pekan untuk melumpuhkan korbannya. Hingga saat ini, para peneliti di AS masih terus mengembangkan penelitian dan upaya untuk mengatasi serangan amuba yang lebih sering menyerang kaum adam itu.

Jul
28
Filed Under (Halaman gue) by chocaholic on 28-07-2008

Kemaren siang, waktu gw dalem perjalanan pulang, gw ga sengaja ngeliat seorang bapak penjual es krim keliling di depan taksi yang gw tumpangin. Yang bikin pandangan gw menerawang saat ngeliat dia adalah, bapak ini terlihat seumuran sama bokap gw, kulitnya sawo matang banget karena kebakar sinar matahari, n pakaiannya lusuh, tapi sopan.
Dibawah panasnya matahari jam 2 siang, dia ngayuh sepedanya pelan-pelan. Dibagian belakang joknya ditaruh boks es krim yang terbuat dari styrofoam, dengan sekat lakban coklat dipinggirannya.
Yaa ampun, koq perusahaan/distributor es krimnya gak perhatiin kondisi pekerjanya sih? Itu yang pertama kali ada dikepala gw saat itu. Coba kalo gw jadi bosnya, sepeda agak karatan itu bakal gw ganti ama sepeda baru, boks esnya pun gw ganti sama yg terbuat dari plastik yang kedap udara, terus si bapak bakal gw kasih seragam plus topi dengan merk es krim dibordir diatasnya. Biar dia keliatan lebih baik.
Gw jadi teringat sama bokap gw, udah 2 minggu gw ga ketemu bokap gw. Jadi kangen. Dia juga kerja keras setiap hari, sama seperti bapak penjual es krim ini, cuma lebih beruntung karena tidak harus kerja di bawah sinar matahari.
Bapak penjual es krim ini juga pasti punya anak istri, dan dengan sepedanya itu dia berjuang nyari nafkah buat mereka. Hebat. Salut. Keep on fire Pak! Kataku dalem ati, sambil melihat bayangannya menjauh lewat kaca spion taksi.